Uncategories
Kondisi Perkembangan Masyarakat Madani di Indonesia
Kondisi Perkembangan Masyarakat Madani di Indonesia
Indonesia memiliki tradisi kuat civil
society (masyarakat madani). Bahkan jauh sebelum negara bangsa berdiri, masyarakat sipil telah
berkembang pesat yang diwakili oleh kiprah beragam organisasi sosial keagamaan
dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain berperan
sebagai organisasi perjuangan penegakan HAM
dan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial, organissi berbasis Islam,
seperti Sarekat Islam (SI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah, telah menunjukkan
kiprahnya sebagai komponen civil soiety yang penting dalam sjarah perkembangan
masyarakat sipil di Indonesia.
Era reformasi yang melindas rezim orde baru
(1966-1998) dan menampilkan wapres Habibie sebagai presiden dalam masa transisi
telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya
selalu menyampaikan tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. Bahkan,
Habibie mengeluarkan Keppres No.198 Tahun 1998 dimana untuk membentuk suatu
lembaga sosial dengan tegas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep
masyarakat madani itu. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan
paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah
tidak cocok lagi.
Berkaitan dengan pengembangan masyarakat madani
tersebut menurut pendapat Mas’oed dalam Trianto dan Tutik (2007:350-351) beliau
berkeyakinan bahwa: pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu
menciptakan atau melestarikan demokrasi, namun bagi masyarakat yang belum
berpengalaman dalam berdemokrasi, pengembangan masyarakat madani justru bisa
menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah
distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan,
bukan aturan main. Untuk menghindari itu, diperlukan pengembangan
lembaga-lembaga demokrasi, terutama pelembagaan politik, di samping birokrasi
yang efektif, yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan
partisipatoris
0 komentar: