Selasa, 01 Juli 2014

Proses Pembelajaran Disekolah

Upaya dalam meningkatkan proses belajar dengan menciptakan suatu formulasi, merupakan basis sebagai acuan untuk merubah pola belajar yang lebih relevan. Pada konsep ini akan lebih dikaji mendalam, terkait persoalan peningkatan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Menggunakan  pola mengajar yang relevan bagi seorang guru adalah solusi cerdas untuk dapat meningkatkan hasil siswa dalam belajar, di mana pada penerapan ini diorientasikan pada mata pelajaran PKn.
Pengajaran merupakan alat dalam penyampaian materi ajar yang diharapkan dapat lebih efektif untuk digunakan sebagai solusi dalam mencerdaskan para peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi yang dirumuskan dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan adalah bahwa melalui Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat menjawab cita-cita bangsa dan negara, di mana setiap warga negaranya dapat mengenal dan mencintai bangsa dan negaranya. Tetapi pada kenyataannya pelajaran PKn dirasa sebagai materi pelajaran yang membosankan pada kegiatan proses belajar. Hal ini terlihat dari minimnya hasil belajar para siswa yang diharapkan dapat mencukupi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Faktor ini diketahui karena proses pembelajaran dinilai kurang menarik, sehingga berpotensi menimbulkan suasana yang tidak kondusif serta kebosanan bagi siswa dalam proses pembelajaran. Peran seorang guru diharapkan harus profesional dalam memberikan dampak positif pada ruang kelas agar dapat terciptanya suasana yang kondusif, sehingga proses belajar dapat berjalan efektif. Peran guru sebagai basis  pengaruh dalam pengelolahan kelas yang akan membantu dalam membuka cakrawala serta menambah wawasan para siswa.
Dengan melakukan pengamatan lapangan terhadap fenomena yang terjadi, bahwa hasil belajar para siswa terbilang minim. Kondisi dan proses belajar yang kurang kreatif berpotensi akan melahirkan suasana yang tidak kondusif yang dikarenakan proses belajar terkesan monoton, sehingga ketertiban dalam proses belajar mengajar dikelas tentu akan terganggu. Dalam upaya untuk memperbaiki paradigma dan aspek negatif tersebut, seorang guru dituntut untuk mampu atau dapat profesional dalam mengelolah kondisi kelas dengan baik, sehingga dapat terciptanya kondisi kelas dan proses belajar mengajar yang tertib dan efektif. Espektasi ini ditargetkan dapat memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar, sebagaimana yang telah dirancang pada mekanismenya.
Kebijakan untuk merealisasikan cita-cita tersebut haruslah dilandasi dengan penguasaan teknik mengajar oleh seorang guru yang menarik, dimana guru harus memiliki strategi terhadap penerapannya  dalam mengajar. Dalam menyampaikan suatu materi ajar, siswa tentu memiliki penilaian terhadap efektivitas seorang guru, yang seharusnya dapat merealisasikan cara belajar yang efektif, sehingga kejenuhan siswa dalam belajar dapat teratasi.

Dalam hal ini penulis telah menyaksikan melalui pengamatan langsung pada proses pembelajaran di Sekolah SMP Negeri 1 Selesai, terfokus pada siswa kelas VII (tujuh), di mana dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru PKn dinilai membosankan, sebab penerapan metode pembelajarannya terkesan kaku dan monoton, sehingga nilai daripada siswa lebih sering mengalami ketidaktuntasan. Penulis berasumsi bahwa model pembelajaran sangat memengaruhi baik atau tidaknya hasil daripada nilai yang dicapai. Maka dari itu penulis ingin menambahkan unsur pada proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran bagi siswa  SMP Negeri 1 Selesai, untuk dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui penerapan model pembelajaran role playing.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: