Upaya dalam meningkatkan proses belajar
dengan menciptakan suatu formulasi, merupakan basis sebagai acuan untuk merubah
pola belajar yang lebih relevan. Pada konsep ini akan lebih dikaji mendalam,
terkait persoalan peningkatan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Menggunakan pola mengajar yang relevan bagi seorang guru
adalah solusi cerdas untuk dapat meningkatkan hasil siswa dalam belajar, di mana
pada penerapan ini diorientasikan pada mata pelajaran PKn.
Pengajaran merupakan alat dalam
penyampaian materi ajar yang diharapkan dapat lebih efektif untuk digunakan
sebagai solusi dalam mencerdaskan para peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa
fungsi yang dirumuskan dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan adalah bahwa
melalui Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat menjawab cita-cita bangsa
dan negara, di mana setiap warga negaranya dapat mengenal dan mencintai bangsa
dan negaranya. Tetapi pada kenyataannya pelajaran PKn dirasa sebagai materi
pelajaran yang membosankan pada kegiatan proses belajar. Hal ini terlihat dari
minimnya hasil belajar para siswa yang diharapkan dapat mencukupi Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM).
Faktor ini diketahui karena proses
pembelajaran dinilai kurang menarik, sehingga berpotensi menimbulkan suasana
yang tidak kondusif serta kebosanan bagi siswa dalam proses pembelajaran. Peran
seorang guru diharapkan harus profesional dalam memberikan dampak positif pada
ruang kelas agar dapat terciptanya suasana yang kondusif, sehingga proses
belajar dapat berjalan efektif. Peran guru sebagai basis pengaruh dalam pengelolahan kelas yang akan
membantu dalam membuka cakrawala serta menambah wawasan para siswa.
Dengan melakukan pengamatan lapangan
terhadap fenomena yang terjadi, bahwa hasil belajar para siswa terbilang minim.
Kondisi dan proses belajar yang kurang kreatif berpotensi akan melahirkan
suasana yang tidak kondusif yang dikarenakan proses belajar terkesan monoton,
sehingga ketertiban dalam proses belajar mengajar dikelas tentu akan terganggu.
Dalam upaya untuk memperbaiki paradigma dan aspek negatif tersebut, seorang guru
dituntut untuk mampu atau dapat profesional dalam mengelolah kondisi kelas
dengan baik, sehingga dapat terciptanya kondisi kelas dan proses belajar
mengajar yang tertib dan efektif. Espektasi ini ditargetkan dapat memberikan
dampak positif terhadap proses belajar mengajar, sebagaimana yang telah
dirancang pada mekanismenya.
Kebijakan untuk merealisasikan cita-cita
tersebut haruslah dilandasi dengan penguasaan teknik mengajar oleh seorang guru
yang menarik, dimana guru harus memiliki strategi terhadap penerapannya dalam mengajar. Dalam menyampaikan suatu
materi ajar, siswa tentu memiliki penilaian terhadap efektivitas seorang guru,
yang seharusnya dapat merealisasikan cara belajar yang efektif, sehingga kejenuhan
siswa dalam belajar dapat teratasi.
Dalam hal ini penulis telah menyaksikan
melalui pengamatan langsung pada proses pembelajaran di Sekolah SMP Negeri 1
Selesai, terfokus pada siswa kelas VII (tujuh), di mana dari proses
pembelajaran yang dilakukan oleh guru PKn dinilai membosankan, sebab penerapan
metode pembelajarannya terkesan kaku dan monoton, sehingga nilai daripada siswa
lebih sering mengalami ketidaktuntasan. Penulis berasumsi bahwa model
pembelajaran sangat memengaruhi baik atau tidaknya hasil daripada nilai yang
dicapai. Maka dari itu penulis ingin menambahkan unsur pada proses pembelajaran
dengan menerapkan model pembelajaran bagi siswa
SMP Negeri 1 Selesai, untuk dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui
penerapan model pembelajaran role playing.
0 komentar: